Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan serta aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatan serta lokasinya. Philip Kotler menyatakan bahwa strategi pemasaran modern secara umum terdiri dari tiga tahap, yaitu segmentasi pasar, penetapan pasar sasaran, dan penetapan posisi pasar.
Pengertian lain tentang strategi pemasaran adalah perpaduan dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dalam mengembangkan kebehasilan strategi pemasaran. Untuk menarik konsumen, seorang wirausaha bisa merekayasa indikator-indikator yang terdapat dalam bauran pemasaran ( marketing mix), yaitu kombinasi yang terbaik dari elemen -elemen yang paling banyak digunakan dalam strategi pemasaran.
Dari keseluruhan penjelasan di atas mengenai strategi pemasaran sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk merancang kegiatan bisnisnya agar memperoleh keuntungan maksimal dengan memperhatikan berbagai aspek baik lingkungan internal perusahaan maupun eksternal perusahaan. Selain itu penerapan strategi pemasaran ini secara jangka panjang juga diharapkan agar perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan bisnisnya, memiliki daya saing serta mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
Macam-Macam Strategi Pemasaran
Ada beberapa macam strategi pemasaran diantaranya:
1) Strategi kebutuhan primer.
Strategi-strategi pemasaran untuk merancang kebutuhan primer yaitu:
a) Menambah jumlah pemakai.
b) Meningkatkan jumlah pembeli.
2) Strategi kebutuhan selektif
Strategi-strategi pemasaran untuk kebutuhan selektif yaitu dengan cara:
a) Mempertahankan pelanggan misalnya:
a. Memelihara kepuasan pelanggan;
b. Menyederhanakan proses pembelian;
c. Mengurangi daya tarik atau jelang untuk beralih merk;
b) Menjaring pelanggan (acquistion strategier).
1. Mengambil posisi berhadapan (head-to head positioning).
2. Mengambil posisi berbeda (differentiated position).
Secara lebih jelas, strategi pemasaran dapat dibagi kedalam empat jenis yaitu:
1) Merangsang kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai.
2) Merangsang kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat pembelian.
3) Merangsang kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada.
4) Merangsang kebutuhgan selektif dengan menjaring pelanggan baru.