Berbicara  

PEMBAHASAN

PENGERTIAN BERBICARA
Komunikasi lisan sering terjadi dalam kehidupan manusia. Misalnya dialog antar lingkungan keluarga atau percakapan antara anak, ibu, dan ayah; percakapan antara anggota rukn tetangga; percakapan antara pembeli dan penjual dipasar; perdebatan sengit antara peserta yang pro dan kontra dalam forum debat wanita karir; tanya jawab antara dosen dan mahasiswa dalam perkuliahan; adu argumentasi yang menarik antara peserta suatu seminar; percakapan melalui telepon; pidato radio; laporan pandangan mata pertandingan olah raga dan sebagainya.
Dalam situasi seperti ini setiap individu dituntut untuk terampil berbicara. Para pelajar dan mahasiswa dalam proses pendidikannya dituntut untuk dapat mengekspresikan pengetahuan yang telah mereka miliki secara lisan merekapun harus terampil mengajukan pertanyaan untuk menggali dan mendapatkan informasi apalagi dalam kegiatan seminar, diskusi, dan dalam rapat-rapat, mereka dituntut terampil adu argumentasi, terampil menjelaskan persoalan dan pemecahannya, dan terampil menarik simpati para pendengarnya.
Peristiwa berbicara akan berlangsung apabila memenuhi persyaratan. Persyaratan itu meliputi :
Pengirim : Orang yang menyampaikan pesan
Pesan : Isi pembicaraan
Penerima : Orang yang menerima pesan
Media : Bahasa lisan
Sarana : Waktu, tempat, suasana, peralatan, yang digunakan dalam
penyampaian pesan
Interaksi : searah, dua arah, atau multi arah
Pengiriman pesan itu akan berlangsung baik apabila ada pemahaman. Artinya, penerima pesan memahami dan menangkap pesan yang disampaikan oleh pembicara melalui bahasa lisan. Dalam garis besarnya, kualitas pemahaman dapat dibagi atas tiga kategori, yakni :
Baik : pesan yang dikirim sama dengan pesan yang diterima
Sedang : pesan yang diterima agak mendekati pesan yang dikirimkan
Jelek : pesan yang diterima hanya sedikit persamaannya dengan pesan
yang dikirimkan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan. Dipandang dari segi bahasa berbicara dikategorikan sebagai keterampilan lisan. Dari segi komunikasi berbicara diklasifikasikan sebagai komunikasi lisan.
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Kridalaksana, ed. 1996: 144) tertulis bahwa berbicara adalah “berkata, bercakap, berbahasa atau melahirkan pendapat (dengan perkataan, tulisan, dan sebagainya) atau berunding”.
Tarigan berpendapat lain, bahwa berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atas kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Sedangkan sebagai bentuk atau wujudnya berbicara disebaut sebagai suatu alat untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak.
Sejalan dengan Tarigan, Mulgrave mengemukakan pendapat, bahwa berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi bahasa atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran.
Jadi, pada hakikatnya berbicara merupakan ungkapan pikiran dan perasaan pikiran seseorang dalam bentuk bunyi-bunyi bahasa.

FUNGSI BERBICARA
Fungsi umum berbicara ialah sebagai alat komunikasi sosial. Berbicara sangatlah menyatu dengan kehidupan manusia,dan setiap manusia menjadi anggota masyarakat. Aktivitas sebagai anggota masyarakat sangat tergantung pada penggunaan tutur kata masyarakat setempat. Gagasan, ide,pemikiran,harapan dan keinginan disampaikan dengan berbicara. Aksi dan reaktif manusia dalam kelompok masyarakat tergantung pada tutur kata yang digunakan karena keslamatan seseorang itu ada pada pembicaraannya.
Dapatkah anda membayangkan kehidupan tanpa ada yang berbicara? Komunikasi pun akan terputus,dan bias – bias peradapan manusia tidak akan pernah maju. Sesungguhnya dengan berbicara itu menandakan keberadapan manusia dan dari bahasa atau bicara tersebut kita dapat memahami keinginan, motif, latar belakang, pergaulan dan adat istiadat seseorang.
Adapun fungsi berbicara secara khusus ialah :
Berbicara berfungsi untuk mengungkapkan perasaan seseorang
Berbicara berfungsi untuk memotivasi orang lain agar bersikap dan berbuat sesuatu
Berbicara berfungsi untuk membicarakan sesuatu permasalahan dengan topik tertentu
Berbicara berfungsi untuk menyampaikan pendapat, amanat, atau pesan
Berbicara berfungsi untuk saling menyapa atau sekedar untuk mengadakan kontak
Berbicara berfungsi untuk membicarakan masalah dengan bahasa tertentu
Berbicara berfungsi sebagai alat penghubung antar daerah dan budaya

TUJUAN BERBICARA
Dalam berbicara, kita pasti mempunyai suatu tujuan. Secara garis besar, tujuan berbicara dapat dibedakan atas lima golongan, yakni :
1. Menghibur
Berbicara menghibur biasanya bersuasana santai, rileks, dan kocak. Soal pesan bukanlah tujuan utama. Namun bukan berarti berbicara menghibur tidak dapat membawakan pesan. Dalam berbicara menghibur tersebut pembicara berusaha mambuat pendengarnya senang gembira, dan bersuka ria. Contoh jenis berbicara menghibur ini, antara lain : lawakan, guyonan dalam ludruk, srimulat, cerita Kabayan, cerita Abu Nawas.
2. Menginformasikan
Berbicara menginformasikan bersuasana serius, tertib, dan hening. Soal pesan merupakan pusat perhatian, baik pembicara maupun pendengar. Dalam pembicara menginformasikan pembicara berusaha berbicara jelas, sistematis, dan tepat isi agar informasi benar-benar terjaga keakuratannya. Pendengar pun biasanya berusaha menangkap informasi yang disampaikan dengan segala kesungguhan.
Beberapa contoh berbicara informasi ini adalah :
Penjelasan Menteri Sekneg sehabis sidang kabinet
Penjelasan Menteri Penerangan mengenai sesuatu kejadian, Peraturan Pemerintah, dan sebagainya
Penjelasan PPL didepan kelompok tani
Penjelasan instruktur pada siswanya
3. Menstimulasi
Berbicara menstimulasi bersuasana serius, kadang-kadang terasa kaku. Pembicara berkedudukan lebih tinggi dari pendengarnya. Dalam berbicara menstimulasi, pembicara berusaha membangkitkan semangat pendengarnya sehingga pendengar itu bekerja lebih tekun, berbuat baik, bertingkah laku sopan dan belajar lebih berkesinambungan. Pembicara biasanya dilandasi oleh rasa kasih saying, kebutuhan, kemauan, harapan, dan inspirasi pendengar. Beberapa contoh berbicara menstimulasi tersebut, antara lain :
Nasehat guru terhadap siswa yang malas, melalaikan tugasnya
Pengajaran ayah kepada anaknya yang kurang senonoh
Nasehat dokter kepada pasiennya
Nasehat atasan kepada karyawan yang malas
Nasehat Ibu kepada puterinya yang patah hati
4. Menyakinkan
Berbicara menyakinkan bertujuan menyakinkan pendengarnya. Bersuasana serius, mencekam, dan menegangkan. Melalui keterampilan berbicara, pembicara berusaha mengubah sikap pendengarnya dari tidak setuju menjadi setuju, dari tidak simpati menjadi simpati, dan sebagainya. Dalam berbicara menyakinkan itu, penbicara harus melandaskan pembicaraannya kepada argumentasi yang nalar, logis, masuk akal, dan dapat dipertanggungjawabkan dari segala segi. Beberapa contoh berbicara meyakinkan, antara lain :
Pidato petugas KBN di depan masyarakat yang anti keluarga berencana
Pidato petugas Depsos pada masyarakat daerah kritis tetapi sedang bertransmigrasi
Pidato pimpinana partai tertentu didaerah yang kurang menyenangi partai tersebut
Pidato calon Kepala Desa yang belum simpati padanya
Pidato pimpinan BRI pada masyarakat yang lebih senang dengan tengkulak


KESIMPULAN

Berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan.
Peristiwa berbicara akan berlangsung apabila memenuhi persyaratan, sebagai berikut :
· Pengirim
· Pesan
· Penerima
· Media
· Sarana, dan
· Interaksi
Fungsi berbicara secara umum ialah sebagai alat komunikasi dan berinteraksi sosial.
Tujuan berbicara secara garis besar, dapat dibedakan atas 5 golongan, yaitu :
· Menghibur
· Menginformasikan
· Menstimulasi
· Meyakinkan
· Menggerakkan
Berbicara merupakan wujud dari aktivitas lisan dalam komunikasi. Walaupun demikian komunikasi yang efektif tidak hanya berkaitan dengan apa yang dikatakan seseorang, tetapi juga pada bagaimana dia mengatakannya.

0 komentar: to “ Berbicara